Faiz AL-Husaini

Kebersamaan Memang Tak Selalu Mendatangkan Keindahan, Namun Tiada Keindahan Tanpa Kebersamaan================================================================================================== Berbagi Adalah Salah Satu Bentuk Dedikasi Dari Kebersamaan=======================================================================Salam KEBERSAMAAN========================================== Semoga Semua Ini Dapat Menjadi Berkah Bagi Sesama

Rabu, 07 November 2012

STRATIFIKASI SOSIAL


  1. Pengertian Stratifikasi Sosial
Soerjono Soekanto : Stratifikasi sosial pasti terjadi di dalam setiap masyarakat dimanapun selalu dan pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
Pitirim Sorokin : stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkies). Perwujudanya adalah adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas rendah
  1. Unsur-unsur stratifikasi sosial
Dalam teori sosiologi unsur-unsur sistem pelapisan sosial dalam masyarakat adalah :
1. Kedudukan (status)
Kedudukan merupakan salah satu unsur pokok dalam sistem stratifikasi dalam masyarakat. Kedudukan seringkali dibedakan dengan kedudukan sosial (sosial status).
Kedudukan adalah sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan orang lain dalam kelompok tersebut. Sedangkan kedudukan sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Kedudukan sosial tidak hanya kumpulan kedudukan kedudukan seseorang dalam kelompok yang berbeda, tetapi kedudukan sosial mempengaruhi kedudukan orang tadi dalam kelompok sosial yang berbeda.

 
Menurut Pitirim Sorokin, untuk mengukur status dapat dilihat dari :
  • Jabatan / pekerjaan
  • Ilmu pengetahuan
  • Kekayaan
  • Agama
  • Politis , keturunan
Menurut Soerjono Soekanto , dimensi stratifikasi sosial meliputi :
  • Kekayaan
  • Kekuasaan
  • Ilmu pengetahuan
  • Kehormatan
  • Kesolehan
  • Agama
2. Peran (role)
Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan artinya, seseorang telah menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. Peran menyangkut 3 hal :
1. Peran meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan kedudukan seseorang dalam masyarakat
2. Peran merupakan suatu konsep tentang apa yang dilakukan individu dalam masyarakat
3. Peran merupakan sebagai perilaku indidvidu yang penting dalam struktur sosial
Macam-macam peran (atas dasar pelaksanaannya):
  1. Peran yang diharapkan
Contoh : hakim, diplomatik, protokoler, dll
  1. Peran yang disesuaikan
Peran yang disesuaikan mungkin tidak cocok dengan situasi setempat. Peran ini sifatnya lebih luwes.
Macam-macam peran (atas dasar cara memperolehnya):
  1. Peran bawaan (ascribed roles)
Yaitu, peran yang diperoleh secara otomatis tanpa melalui usaha.
Contoh : peran ayah , peran ibu
  1. Peran pilihan (achieved Roles)
Yaitu , peran yang diperoleh atas dasar keputusan sendiri
Contoh : seseorang yang memutuskan untuk kuliah di UNAIR
  1. Penyebab Terjadinya Stratifikasi Sosial
Dalam masyarakat sering kali kedudukan dibedakan menjadi 3, yaitu :
  1. Ascribed status, yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan seseorang, tanpa usaha, serta kedudukan tersebut diperoleh melalui kelahiran
Misalnya : dalam sistem kasta, seorang anak dari kasta Brahmana juga akan memperoleh kedudukan demikian
  1. Achieved Status, yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang sengaja dilakukan bukan diperoleh karena kelahiran.
Misalnya : orang biasa menjadi dokter asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
  1. Asigned status, yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang karena jasa-jasanya . Kedudukan ini terkait dengan achieved status
Misalnya : Pahlawan nasional
4. Macam-Macam Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi Tertutup adalah: stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.
2. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah: sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mndapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.
5. Faktor Determinan Stratifikasi dan Ketidaksamaan Sosial
Secara rinci, faktor-faktor yang menjadi determinan stratifikasi sosial memang relatif beragam, yakni: dimensi usia, jenis kelamin, kelompok etnis/ ras, dan sebagainya. Berbagai dimensi ini memiliki kadar pengaruh sendiri-sendiri dalam pembentukan stratifikasi sosial.
Menurut Jeffris dan Ransford, di dalam masyarakat pada dasarnya bisa dibedakan menjadi 3 macam stratifikasi sosial:
1. Hierarki kelas, yang dasarnya pada penguasaan atas barang dan jasa.
2. Hierarki kekuasaan, yang didasarkan pada kekuasaan.
3. Hierarkis status, yang didasarkan atas pembagian kehormatan dan status sosial
6. Pengertian Konflik Status dan Role Distance
    Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang pasti memiliki kedudukan yang lebih dari satu, akan tetapi dengan adanya berbagai kedudukan yang dimiliki seseorang tidak jarang terjadi berbagai pertentangan ataupun konflik antara kedudukan yang satu dengan yang lainnya, dalam sosiologi inilah yang dinamakan dengan Konflik Status.
Seiring dengan konflik antar kedudukan, maka ada juga konflik peran (conflict of role) dan bahkan pemisahan antara individu dengan perannya, hal ini dinamakan dengan (role distance). Role distance terjadi karena seseorang merasa tertekan dengan peran yang dimilikinya, karena dirinya merasa peran yang dimiliki tersebut tidak dapat melaksanakan perannya dengan sempurna atau bahkan menyembunyikan diri.
Analisis
Stratifikasi Sosial baik yang terbuka maupun tertutup mempunyai dampak terhadap norma yang akan berlaku di masyarakat baik dampak positiv maupun dampak negativ. Dampak positif dari stratifikasi soisal adalah dalam pelaksanakan tugas/peranan sosial kita yang telah diberikan dengan baik. Sebab dengan adanya pembagian tugas (peranan) tersebut suatu pekerjaan/tugas yang kompleks yang kiranya tidak akan mampu dikerjakan sendiri akan berhasil dengan baik karena dikerjakan oleh masing-masing individu sebagai ahlinya. Adapun dampak negativnya adalah dimungkinkannya adanya kesenjangan norma karena adanya stratifikasi sosial atau pengklasifikasian tingkatan sosial dalam masyarakat sehingga menimbulkan perlakuan berbeda bagi setiap klasifikasi dalam masyarakat. Apalagi dalam stratifikasi sosial tertutup lebih dimungkinkan adanya kesewenang-wenangan dari masyarakat yang digolongkan kelas atas terhadap masyarakat yang digolongkan kelas bawah.
Stratifikasi sosial juga akan dapat mempelopori terjadinya rasisme dalam suatu masyarakat yang menyebabkan adanya pandangan negativ terhadap ras yang berbeda dengannya, karena terjadi rasisme maka dikhawatirkan adanya konflik terjadi antar ras karena adanya pandangan ingin menjadi ras terbaik dalam kelompok masyarakat itu.
Setiap suatu hal apapun akan mempunyai manfaat dan madarat tertentu tergantung kita memandang dari sisi mana, namun jika diterapkan dengan benar tidak akan ada sesuatu yang tidak bermanfaat dan senantiasa menjaga agar tidak atau mengurangi resiko terjadinya dampak negativ dari sesuatu itu. Solusi yang ditawarkan dari stratifikasi sosial adalah dengan memandang atau kita mengambil sisi positiv dari stratifikasi sosial ini sehingga akan menjadikan hubungan sosial yang sehat yang akan menghadirkan keharmonisan dan tenggang rasa antara kelompok masyarakat demi mewujudka kesejahteraan bersama. Karena esensinya manusia adalah mahluk sosial dalam artian manusia akan selalu berhubungan dengan orang lain karena setiap manusia pasti akan mempunyai kepentingan yang berbeda namun akan saling melengkapi dari perbedaan itu dan mewujudkan kepentingannya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar